oemar bakrie

oemar bakrie
pendidikan konyol

Jumat, 28 Januari 2011

Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams – Achievement Division (STAD)

model pembelajaran STADPembelajaran kooperatif tipe Student Teams – Achievement Division (STAD)
      STAD adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Ada lima tahap dalam proses kegiatan pembelajaran, yakni:
  1. Tahap persiapan (termasuk di dalamnya penyajian materi)
  2. Tahap kegiatan kelompok
  3. Tahap pelaksanaan tes individu
  4. Tahap perhitungan skor perkembangan individu, dan
  5. Tahap pemberian penghargaan kelompok

      Tahap-tahap pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.     Tahap persiapan
          Guru dalam tahap ini, mempersiapkan materi berikut perangkat pengajaran termasuk lembar kerja siswa dan soal quiz, metode pengajaran. Pembagian kelompok diatur berdasarkan skor awal, masing-masing kelompok terdiri dari 4 –6 orang dengan prestasi yang bervariasi, jenis kelamin dan ras yang berbeda. Guru menjelaskan bahwa tugas utama tim adalah membantu anggota untuk menguasai materi dan mempersiapkan quiz serta setiap anggota hendaknya berusaha untuk memperoleh nilai yang baik karena prestasi individu akan berpengaruh besar terhadap kelompok
2.     Tahap Penyajian Materi
      Sebelum pembelajaran guru terlebih dahulu menginformasikan kepada siswa tujuan yang hendak dicapai, prasyarat yang harus dimiliki. Penyajian materi dilakukan secara klasikal. Dalam menyajikan materi pelajaran, guru memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.         mengembangkan materi pelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok
b.        menekankan kepada siswa bahwa belajar adalah memahami makna bukan hafalan
c.         mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin
d.        memberikan penjelasan tentang benar atau salahnya jawaban dari suatu pertanyaan
      Setelah siswa memahami permasalahan, selanjutnya beralih pada materi berikutnya
3.     Tahap kegiatan kelompok
      Dalam tahap ini siswa mempelajari materi dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru berupa LKS. Dalam kegiatan kelompok siswa saling membantu, berbagi tugas. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas kelompoknya. Peran guru dalam tahap ini sebagai fasilitator dan motivator kegiatan tiap kelompok
4.     Tahap pelaksanaan tes individu
       Setelah materi dipelajari dan dibahas secara berkelompok, siswa diberi tes dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapainya. Hasil tes digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan untuk perolehan skor kelompok
5.     Tahap perhitungan skor perkembangan individu
        Skor perkembangan individu dihitung berdasarkan selisih perolehan tes sebelumnya (skor awal) dengan tes akhir. Berdasarkan skor awal, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan sumbangan skor maksimal bagi kelompoknya berdasarkan skor tes yang diperolehnya.
Cara perhitungan skor perkembangan individu (sumbangan untuk skor kelompok) seperti terangkum pada tabel berikut (Slavin, 1995:80):
Skor Perkembangan Individu
Skor Tes
Nilai Perkembangan
·         Lebih dari 10 poin di bawah skor awal
·         10 hingga 1 poin di bawah skor awal
·         Skor awal sampai 10 poin di atasnya
·         Lebih dari 10 poin di atas skor awal
·         Nilai sempurna (tidak berdasarkan skor awal)
5
10
20
30
30

6.     Tahap penghargaan kelompok
 Perhitungan skor kelompok dihitung dengan cara menjumlahkan tiap perkembangan skor individu dibagi jumlah anggota kelompok. Berdasarkan rata-rata nilai perkembangan tersebut, ditetapkan tiga tingkat penghargaan kelompok, yaitu:
a.     kelompok dengan rata-rata skor 15, sebagai kelompok Good Team
b.    kelompok dengan rata-rata skor 20, sebagai kelompok Great Team
c.     kelompok dengan rata-rata skor 25, sebagai kelompok Super Team.
           Sebagai super team dan good team, sebaiknya guru memberikan penghargaan berupa sertifikat atau bentuk hadiah lainnya tergantung dari kreativitas guru. Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru memperkenalkan keterampilan kooperatif dan menjelaskan tiga aturan dasar pembelajaran, yaitu:
1)     tetap berada dalam kelompok
2)     mengajukan pertanyaan kepada kelompok sebelum mengajukan kepada guru, dan menghindari ide mengkritik orang
3)     memberikan umpan balik

Contoh penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD pada topik pencemaran air adalah sebagai berikut:
Rencana Pembelajaran
Satuan Pendidikan  : SMA
Bidang studi                     : Kimia 
Konsep                             : Pencemaran Lingkungan
Sub konsep                      : Pencemaran air

I.        Tujuan Pembelajaran Umum
  Siswa memahami terjadinya pencemaran dan   pencegahannnya melalui pengamatan dan penafsiran bagan
II.         Tujuan Pembelajaran Khusus
1.         Melalui kegiatan praktikum dan diskusi hasil pengamatan tentang penentuan beberapa parameter sederhana, siswa dapat menjelaskan kriteria air bersih
2.         Melalui kegiatan persentasi guru, siswa dapat menjelaskan syarat-syarat fisis, kimia, dan bakteriologis air minum
3.         Siswa dapat memberikan contoh sumber-sumber pencemaran air
4.         Melalui kegiatan diskusi kelas, siswa dapat mengungkapkan logam-logam berat yang dapat mencemari air dengan benar
5.         Melalui kegiatan eksperimen, siswa dapat menggolongkan kategori air yang terkena pencemaran
6.         Siswa dapat menentukan tindakan penanggulangan pencemaran air
III.        Materi Pelajaran
1.         Defenisi air murni dan air minum
2.         Defenisi pencemaran air
3.         Defenisi air berkualitas
4.         Faktor-faktor zat pencemar yang perlu diukur untuk menentukan kualitas air: pH, DO, BOD
IV.       Kegiatan Belajar Mengajar
A.        Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran
          Model pembelajaran  :   Model kooperatif tipe STAD
          Pendekatan                :   Lingkungan, konsep
          Metode                       :   diskusi, emonstrasi/eksperimen,  penugasan, ceramah,  tanya jawab
B.        Langkah Pembelajaran Model Kooperatif tipe STAD
1.     Pendahuluan
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang dilakukan dan membagi LKS
b.        Menarik minat siswa, menyuruh siswa untuk mengamati contoh-contoh air yang diambil dari lingkungan yang sudah disiapkan
2.     Kegiatan Inti
a.     Penyajian Materi
1)  Guru bertanya tentang hasil pengamatan siswa terhadap contoh air, mengenai perbedaan air minum dan air bersih (masing-masing kelompok diharapkan menjawab tentang pengertian air bersih dan air murni)
2)         Guru mengulas jawaban kelompok, dilanjutkan dengan menerangkan air bersih
3)         Guru membimbing agar siswa bertanya apakah air  minum termasuk air bersih atau air minum
4)         Guru menjawab pertanyaan siswa tentang kriteria air bersih dari segi fisis, kimia, dan biologis yang mengarah ke kerja kooperatif yang akan dilakukan kelompok melalui praktikum.
b.    Kegiatan Kelompok
1)   Guru mempersilahkan siswa mengambil alat-alat yang sudah disiapkan, langsung membimbing siswa bekerja dengan alat (siswa diharapkan bekerja dengan alat yang sudah diambil)
2)  Guru menginformasikan bahwa setiap kelompok harus bekerja sama, saling membantu, tertib pada pembagian tugasnya (siswa diharapkan senantiasa bekerja sama dalam kelompoknya dan tertib melakukan parktikum)
3) Guru mengamati kegiatan praktikum
4) Guru memotivasi siswa agar berani bertanya
    (siswa diharapkan menanyakan sesuatu yang kurang jelas dalam LKS   dan kelompok yang lain diharapkan untuk menanggapinya)
5)  Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan kepada  seluruh kelas,  dengan mengambil satu kelompok yang melaksanakan praktikum baik
6)  Membimbing siswa untuk membuat kesimpulan, tentang hasil kegiatannya (siswa diharapkan berdiskusi antara anggota dalam kelompok masing-masing untuk kesimpulan)
3.         Penutup
a. Guru menugaskan siswa untuk menjawab pertanyaan yang ada di LKS, secara individu terlebih dahulu, baru kemudian mencocokkan dengan kelompok
     (siswa menjawab masing-masing pertanyaan secara individu, kemudian mencocokkan dengan kelompoknya)
b.    Guru menggaris bawahi konsep-konsep penting antara lain: kriteria air bersih dari segi kemis  meliputi DO, BOD, dan pH
c.     Guru memberikan tugas rumah
V.      Alat/Sarana dan Sumber
A. Alat Percobaan : tabung reaksi, pipet tetes, lampu spirtus, gelas ukur, penjepit tabung reaksi
B. Bahan Percobaan               : air sumur, air suling, air sadah, air mengandung NaCL, larutan natrium karbonat, laritan natrium phospat
VI.       Evaluasi
Alat Evaluasi                         : Soal obyektif.
VII.      Lembar Kerja Siswa
Materi : Kesadahan Air
A.        Tujuan:
1. Menentukan jenis kesadahan air secara kualitatif
2. Cara menghilangkan kesadahan air

B.        Materi
Air sadah ialah air yang sudah mengandung garam-garam kalsium (Ca2+), dan magnesium (Mg2+), dan ferro (Fe2+). Air sadah menyebabkan sabun sukar berbuih karena sebagian sabun bereaksi dengan ion Ca2+ dan Mg2+ dan dalam industri menyebabkan terjadinya kerak pada ketel uap serta pipa-pipa penghubung dalam industri.
Berdasarkan jenis kationnya, air sadah dibedakan menjadi:
1.     Sadah tetap, jika mengandung garam MgSO4, CaSO4 atau MgCl2, CaCl2. Kesadahan tetap bisa dihilangkan dengan menambahkan senyawa karbonat (soda) atau zat penular ion
2.     Sadah sementara, jika mengandung garam Mg(HCO3)2 atau Ca(HCO3)2, sadah sementara dapat dihilangkan dengan pendidihan atau menambahkan kapur
       C.   Alat-Alat dan Bahan
1.     Alat
- Tabung reaksi                      - Lampu spirtus
- Pipet tetes                           - Gelas ukur
- Penjepit tabung reaksi          - Kaki tiga
2.     Bahan
-   Air sumur                             
-   Air suling,mengandung NaCl 0,1 M
-   Larutan Na2CO3 0,5 M   
-   air sabun, mengandung Ca(HCO3)2 0,1 M
-   Larutan Na3PO4 0,1M            
-   air mengandung CaCL2 0,1 M
        D.   Langkah-Langkah Kegiatan
1.     Tahap Pertama (I)
a.   Siapkan lima tabung reaksi bersih dan berikan label masing-masing dengan A, B, C, D, dan E
     b.   Isilah reaksi tersebut, masing-masing 5 ml air sumur, air suling, air yang mengandung NaCl, air mengandung Ca(HCO3)2 air yang mengandung CaCl2
     c.    Tambahkan  masing-masing  dari  tabung  reaksi di  atas, dengan 5 tetes air sabun 1%, lalu kocok kemudian amati apa yang terjadi
     d.  Siapkan lima tabung reaksi yang bersih dan berikan label masing-masing dengan A, B, C, D, dan E. Kemudian isilah tabung reaksi A dengan 5 ml air sumur, tabung reaksi B dengan 5 ml air suling, tabung reaksi C dengan 5 ml larutan NaCl, tabung reaksi D dengan 5 ml larutan Ca(HCO3)2 dan tabung reaksi E dengan 5 ml larutan CaCl2 kemudian didihkan, tunggu dingin, amati apa yang terjadi
e.         Tambahkan masing-masing 5 tetes larutan sabun, kocok amati apa yang terjadi
2.     Tahap Kedua (II)
1)         Siapkan 2 tabung reaksi, dan beri label masing-masing A dan B kemudian isilah masing-masing tabung reaksi A dan B dengan 5 ml larutan mengandung CaCl2 !
2)         Tambahkan 5 tetes air sabun pad a tabung reaksi A, kemudian kocok, dan amati busanya!
3)         Ambil tabung reaksi B, tambahkan 3 ml natrium karbonat 0,5 M kocok. Kemudian pindahkan larutan bening bagian atas ke dalam tabung reaksi lain. Tambahkan 5 tetes air sabun kocok. Amati busanya!
4)         Ambil tabung reaksi yang bersih, isilah dengan 5 ml larutan CaCl2 tambahkam 3 ml larutan
       Na­3PO4 0,1 M kemudian kocok!
5)         Pindahkan larutan bening bagian atas ke dalam   tabung reaksi lain, tambahkan 5 tetes air sabun, kocok dan amati yang terjadi!
Lembar Pengamatan I
No
Jenis Air
Cara Perlakuan
Buih Sabun
Jenis Air
Jenis Sadah
1.
2.

3.

4.

5.
Air Suling
Air mengandung Ca(HCO3)2
Air mengandung CaCl2
Air mengandung NaCl
Air sumur
Ditambahkan air sabun
Ditambahkan air sabun

Didihkan dan ditambah NaHCO3 dan air sabun
Ditambah air sabun

Didihkan



Lembar Pengamatan II
No
Jenis Air
Cara Perlakuan
Buih Sabun
Jenis Air
Jenis Sadah
1.

2.

3.
Air mengandung CaCl2
Air mengandung CaCl2
Air mengandung CaCl2
Ditambahkan air sabun

Ditambah Na2CO3 dikocok

Ditambah Na3PO4 dikocok, bagian bening dipisahkan lalu di tambah air sabun




VIII. Pertanyaan
1.     Apa yang bisa anda simpulkan berdasarkan hasil pengamatan lembar ke-1 dan lembar pengamatan ke-2?
2.             Apakah tujuan proses pendidihan pada cara kerja satu? Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi?
3.             Apakah tujuan penambahan larutan Na2CO3 dan Na3PO4 pada cara kerja ke-2?
4.             Mengapa pada larutan yang mengandung Ca(HCO3)2, ditambah dengan sabun tidak terjadi buih?
5.             Mengapa air suling ditambah dengan sabun tetap buih?

IX.   Quiz Model CLS-STAD pada konsep pencemaran air
Penambahan zat-zat yang tidak diinginkan dan dapat menurunkan kualitas air dan dapat membahayakan keberadaan makhluk hidup dikenal ………….(1) perhatikan air yang ada di masing-masing gelas kimia pada gambar berikut:
        A                           B                              C                           D














 





       Es                         32oC                  Air Panas 70oC        Air Limbah
Berdasarkan teori yang sudah anda pelajari, air yang harga Donya terbesar adalah …………….(2) sedangkan air yang harga BODnya terbesar adalah ……………..(3). Apabila ditinjau dari derajat keasaman, harga pH untuk air di gambar becker glass D adalah ………….(4). Apabila kita mengingat pengamatan tentang limbah cair dari perusahaan tahu, di samping air berbau juga berwarna. Bau tersebut disebabkan oleh gas ………..(5).
Perhatikan gambar di bawah ini!
     A                    B                     C                     D












 





Air laut         Air suling        Air Sumur       Air sungai
Seandainya masing-masing air pada tabung reaksi di atas ditambah dengan air sabun, manakah di antara air tersebut yang berbusa paling sedikit…………(6). Jika air dari jawaban anda soal nomor 6 tersebut dipanaskan, kemudian dengan penambahan sabun berbusa banyak maka jenis kesadahan air tersebut adalah…………..(7). Air sadah adalah air yang mengandung garam-garam dari ion-ion logam………………..(8)
Kunci Jawaban:
1. Pencemaran Air                  4. Diluar daerah          7. Sadah sementara
2. B                                          5. H2S, CH4 dan NH3    8. Ion Ca2+ dan Mg2+
3. Air lembah                           6. Air laut           

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar